Karya : Ales Oktapratama
Seorang pria muda duduk di teras sebuah rumah sederhana. Ia tampak sendirian di teras itu, ditemani secangkir teh hangat untuk menemani dinginnya malam itu. "Sorry ya sayang, agak lama, soalnya aku bantu ibu sedikit tadi" sapa seorang wanita yang datang dari dalam rumah. "Nggak apa-apa, kan saya udah di buatkan teh hangat" jawab si pria sambil tersenyum bahagia. Kemudian keduanya berbincang sambil terkadang tertawa terbahak-bahak, kadang juga kecupan mendarat di pipi si wanita yang tampak cantik dan bersahaja. "Kerjaan mu gimana mas ?" tanya si wanita sambil menghela nafas yang agak tersengal karena tertawa. "Ya begitu-begitu saja Jeng, nggak ada yang spesial, dalam hidup saya kan yang spesial cuma kamu". "Dasar!! perayu". Du tengah perbincangan sejoli itu, tiba-tiba seberkas cahaya dari lampu sebuah mobil menyorot mereka, lalu tampak sebuah sedang mewah memasuki pekarangan. Kemudian, keluarlah seorang pria dari dalam mobil, pria yang tampak rapi dan perlente. "Assalamualaikum" sapa si pria kepada mereka berdua. "Waalaikum salam". "Ayo masuk Ton, biar saya panggilkan Rina" jawab Ajeng. Lalu si pria bermobil yang bernama Toni itu duduk, sambil menunggu kehadiran Rina adik Ajeng,Toni berbincang dengan pacar Ajeng yang bernama Ramsi. "Mas Toni, ayo ke dalem aja" ajak Rina yang tiba-tiba nongol dari dalam rumah. "Saya ke dalem dulu ya" sapa Toni pada Ramsi. "Oh iya" jawab Ramsi.
Tak berapa lama kemudian, keluarlah seorang pria tua berumur sekitar 55 tahun. Melihat pria tua itu, Ramsi spontan beranjak berdiri dan memberi salam. "Selamat malam , pak". Namun sapaan Ramsi hanya di balas dengan senyum seadanya. "Jeng, bapak mu lagi marah ya ?" tanya Ramsi pada Ajeng. "Bapak mah emang gitu mas, biarin aja" jawab Ajeng. Lalu, pria tua yang ternyata ayah Ajeng tampak berjalan mendekati mobil mewah Toni. "Nak Toni!!" panggil ayah Ajeng pada Toni, pacar Rina. Kemudian Toni beserta Rina tampak keluar menghampiri Ayahnya. "Nak Toni, ini mobil baru lagi" tanya si ayah pada Toni. "Iya om, minggu lalu papi baru beli" jawab Toni. "hebat!!..hebat!!" gumam si ayah. Sementara itu, Ramsi dan Ajeng hanya diam menyaksikan itu semua, Ramsi tersungging kecil dan Ajeng tampak meraih jemari Ramsi dan tersnyum manissss!!!!!!!!!!!!!!! sekali. "Wah!! sudah jam 9 Jeng, aku pulang dulu ya". "Iya, besok jadi kita jalan ke mall ?". "Insya Allah, nanti saya jemput kamu". "Oke deh. Ya udah, itu sekalian pamit sama ayah". Kemudian, Ramsi beranjak dari teras, menghapiri ayah Ajeng untuk berpamitan, lalu ia menuju motor vespa tuanya yang terparkir tepat disamping mobil Toni. "Ayo semuanya, saya pulang dulu" sapa Ramsi pada si ayah, Toni dan Rina. "Iya, hati-hati di jalan" jawab mereka kecuali si ayah. Setelah mengantar Ramsi sampai pintu gerbang, Ajeng di panggil oleh ayahnya. "Jeng, kalau cari pacar itu seperti Toni" ujar ayahnya. "Maksud ayah ?". "Coba lihat Toni, mobilnya bagus, keluarganya kaya, bapaknya seorang pengusaha". "Kenapa kita harus mengukur semuanya dari materi sih" jawab Ajeng kesal. "Ayah ngomong gini biar kehidupan mu baik, kalau kayak si Ramsi yang cuma kareyawan itu, gimana hidup mu nanti mau mapan". "ajeng yang menjalani semua in, jadi Ajeng tau pasti dan Ajeng nggak pernah takut untuk susah". "Kamu ini kok ngeyel di omonginnya, mana ada cinta bisa bikin bahagia". Merasa kesal dengan komentar ayahnya, Ajeng nyelonong masuk ke rumah. "Dasar!! bocah gemblung" gumam ayah Ajeng.
BERSAMBUNG - Gi capek ngetik neh!!
Sunday, November 06, 2005
Subscribe to:
Posts (Atom)